Kenapa aku selalu bersemangat setiap kelas bahasa Inggris??

bukan karena kelas bahasa Inggris lebih sering kosong dibandingin pelajaran yang lain, bukan juga karena kelas bahasa Inggris yang paling nyantai [walau ujung-ujungnya tugasnya segudang]

yang pasti, pertama karena aku suka pelajaran bahasa Inggris (note: harap di-bold ya, SUKA, bukan berarti aku pandai berbahasa Inggris dengan baik dan benar, kalo dah berhubungan dengan grammar, ampun deh!)

kedua, karena di setiap kelas bahasa Inggris selalu ada satu pelajaran hidup baru yang bisa aku dapetin. Sebenernya itu alasan utama kenapa aku suka kelas bahasa Inggris. Dan aku bener-bener bersyukur memiliki guru-guru bahasa Inggris yang super duper wise [semuanya] yang selalu ngasih pelajaran hidup baru di setiap pertemuannya.

Dan diantara semua guru-guru bahasa Inggrisku yang wise itu, ada satu guru yang amat ku kagumi, dan aku udah langsung terkesan pada beliau sejak pertama kali aku mengikuti kelasnya.

Kelas pertama bersama my favorite teacher

waktu itu kelas siang, dan aku meramalkan kelas bahasa Inggris siang rasanya akan sangat membosankan, mempelajari structure, text, dan apalah itu….

ternyata, kelas bahasa Inggris siang itu benar-benar berbeda, kita nggak belajar soal structure dan teman-temannya itu, tapi siang itu kita dapat cerita, cerita soal Luciano Pavarotti [ udah mulai muncul first good impression : wew... she's different... FYI, aku selalu terkesan melihat orang yang suka membaca biografi tokoh! an A for you, Mam!]. Dan pelajaran hidup pertama yang saya dapat waktu itu : we can sit between two chairs, kita harus milih mau duduk dimana, artinya dalam hidup kita harus memilih satu keputusan yang terbaik untuk kita, kita ga bisa menjalani dua hal sekaligus.

another class with her…

waktu itu kelas siang lagi [heran bahasa Inggris sering banget dapet kelas siang], dan acaranya waktu itu lagi diskusi. Dan tiba giliranku, aku lupa tepatnya waktu itu aku dapet topik presentasi apa, yang aku inget waktu itu aku ngomongin masalah penebangan liar. Dan ada satu teman yang bertanya, apa yang akan aku lakukan untuk si penebang liar tersebut, dan aku jawab kalo aku akan ngomong ke si penebang itu, apa yang akan terjadi beberapa taun kemudian, dan apakah dia tidak memikirkan anak-anaknya. Dan setelah aku presentasi, beliau-my favorite teacher bilang gini, ” You know what Nov, if I were you, I’ll not talk to them, but I’ll immediately kill them, it’s better for us to kill one person than let them kill the others

dan aku sempet sedih karena pas kelas 11 aku ga dapet jadwal kelas bahasa Inggris beliau

tapi sekarang, pas kelas 12 semester 2, aku kembali dapet jadwal dengan beliau

satu hal lagi yang membuatku terkesan setiap kali mengikuti kelasnya adalah beliau selalu menutup kelasnya dengan, ” Thank you for attending my class…“, sebuah kalimat penutupan yang mungkin terdengar biasa bagi sebagian orang, tapi terdengar oh-so-amazing bagiku. Kalimat sederhana itu, secara tidak langsung mengatakan, ” You give me something by your attendance “.

seharusnya kan kita yang mengucapkan “Thank You” itu…

pasti akan ada banyak lesson of life bersama beliau lagi…

 

[for my favorite english teacher, you know who you are]

one day without my glasses

hari ini hari selasa, kemaren hari senin (ya iyalah, anak TK juga tau)

dan entah kenapa kayaknya hari senin kemarin tuh hari senin ter-berantakan dan ter-geje di sepanjang sejarah kehidupanku. Bangun telat, alhasil berangkat sekolah juga telat. Nyampe sekolah, anak-anak dah pada ngumpul di lapangan. Langsung deh naruh tas di kelas, trus mo ngambil kacamata

tapiiiiii………

JENGJENGJENG

aku ga menemukan kotak kacamata-ku di tas, diubek-ubek lagi, ga ketemu juga!

*Panic at the disco*

karena upacara dah mo dimulai, akhirnya ku putuskan untuk pergi ke lapangan dulu, urusan kacamata belakangan

akhirnya pas upacara, baru nyadar kalo emang kacamataku masih ada di tas satunya yang aku pake buat ke SSC hari minggunya…

dan akhirnya…

aku harus ngelewatin satu hari itu tanpa memakai kacamata, dan bisa dibayangkan bagaimana rasanya, mata minus 1.50, bangku agak di tengah, dan lumayan di pojok, dan harus mengikuti pelajaran kimia dan fisika yang gurunya 75% menggunakan papan tulis sebagai alat bantu mengajar

rasanya sangat menyiksa!

tapi, akhirnya aku menyadari sesuatu : menjadi orang yang teledor itu ga ada enak-enaknya! beneran deh…

 

 

current mood : awful

current playlist : Riot!-Paramore

Damn! I hate TO…

Jadi ceritanya hari ini ada TO di SSC, rasanya seminggu ini emang bener-bener full TO. Bayangin aja, hari senin-selasa TO dari dinas, trus rabu TO Primagama, dan klimaksnya tadi TO SSC. Berhubung aku ngambil kelas minggu, jadi TO yang seharusnya ditempuh dua hari, sabtu ama minggu, jadi dirangkap satu hari, tadi doang. Awalnya sih aku ma temen-temen mikirnya bakal ada istirahat di tengah-tengah waktu mengerjakan, tapiiii nyatanya………. TIDAK! iya, T-I-D-A-K  ada waktu istirahat!

picture this:

duduk di ruang kelas, ngerjakan 200 soal dalam waktu 2×150 menit, tanpa ada break semenit pun!

hasilnya : kaku leher plus kram otak!

gimana enggak, TO dinas yang 60 soal aja waktunya 150 menit, abis itu selesai langsung pulang…

lha ini??? yang bener aja! untung aku masih sayang otakku, jadi ga maksain ngerjakan semua soal dengan prosedur yang legal (excuse mode : on), wuakakak! bukan nyontek, tapi ngawur! =p

baiklah, ini kronologis lengkap pengerjaan TO tadi

paket I

bagian pertama, matematika : udah apal model-modelnya, malah ada soal yang malem sebelumnya sudah aku kerjakan, jadi masih nyangkut di otak (status : aman)

bagian kedua, biologi : cuman bisa jawab 7/30 soal yang yakin (status: sama sekali ga aman)

bagian ketiga, bahasa indonesia : sekarang sih udah ga kaget lagi kalo soal bahasa Indonesia-nya SSC jauuuh lebih sulit daripada soal matematika (status: mengkhawatirkan)

paket II

bagian pertama, bahasa Inggris : satu-satunya modalku di UN (status: aman)

bagian kedua, Fisika: ga usah ditanya nih musuh bebuyutan (status: bener-bener ga aman naudzubillah…)

bagian ketiga, Kimia : sama dengan fisika, ga usah ditanya (status: arghhh!!!!)

UN kurang berapa hari lagi padahal, dan sampai sekarang aku belum bisa berdamai dengan fisika dan kimia! argh tidak… benar-benar mengerikan!

 

 

current mood : tired and blank!

current playlist : A Fever You Can’t Sweat Out- PATD

my inner poetry… :)

Dan jika kini aku dingin
itu karena aku telah menyentuhmu
dirimu yang beku…

Aku selalu berharap kau yang akan datang mengulurkan tangan hari itu
hari dimana aku terjatuh
Tapi, yang kudengar hanya langkah kakimu yang menjauh

Pernahkah kau teteskan air mata untukku?
karena telah banyak air mataku yang terbuang untukmu
Pernahkah kau berdoa untukku setiap malam kau tidur?
karena itu yang aku lakukan, berdoa untuk keselamatan dan kebahagiaanmu

Dan jika kini aku dingin, aku hanya mencoba membiasakan diriku, karna aku tak mau mati karena kebekuanmu…

(my room, [lupa tanggal berapa] februari 2009)